Font Size

Layout

Menu Style

Cpanel

Agusdin: Jangan Jadi TKI Kaburan

Jakarta, BNP2TKI,Senin (23/10)-  Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro pada senin 23 Oktober 2017 melepas 195 TKI ke Korea Selatan (Korsel) di Gedung KITCC (Korea Indonesia Technical and Cultural Cooperation Center) Jl. Pengantin Ali No: 71 Ciracas Jakarta Timur dengan rincian sebanyak 41 orang bekerja di Fishing (Perikanan) dan 154 bekerja di Manufaktur terdiri dari 183 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Bekerja di Korea Selatan cukup menjanjikan bagi para TKI karena gaji yang cukup besar sehingga peminatnya banyak.

Agusdin menghimbau bagi para CTKI agar selama bekerja di Korea Selatan tidak boleh kabur atau melarikan diri jika mengalami masalah melainkan lapor kepada pihak yang melayani pengaduan seperti KBRI dan juga pihak-pihak lainnya yang tersedia di Korea Selatan. Karena kalau banyak TKI kaburan maka akan berdampak pada pengurangan kuota penempatan TKI di Korsel serta dapat juga menghalangi kesempatan kerja bagi TKI yang lainnya.

Para TKI ini berasal dari Provinsi Lampung, Provinsi NTB dan dari pulau Jawa, kesemuanya sudah dilindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari BPJS Ketenagakerjaan. “Untuk Jaminan Hari Tua (JHT) sedang kita detilkan dan terus kita komunikasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan agar teman-teman TKI mengikuti JHT, supaya memiliki tabungan setelah purna bekerja. Kalau pegawai negeri, seperti jaminan pensiun lah,” kata Agusdin.

Sebagai informasi, BPJS Ketenagakerjaan diamanatkan untuk menjalankan program perlindungan bagi TKI sejak 1 Juli 2017. Sejalan dengan itu pula, setiap TKI wajib mendaftarkan diri untuk mengikuti program-program perlindungan sosial yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan. Hanya saja, sejauh ini baru dua program yang diwajibkan yaiitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Endro Sucahyono menjelaskan pentingnya JHT bagi para TKI. Dengan mengikuti program JHT, maka para TKI akan memiliki jaminan hari tua berupa tabungan. “Kita akan gencarkan sosialisasi JHT bagi para TKI agar ada persiapan setelah masa purna bekerja,” tandasnya.

Hingga saat ini, jelas Endro, tercatat sudah 30.000 TKI yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DKI Jakarta. Setiap harinya, minimal 200 TKI mendaftarkan diri ke kantor-kantor cabang BPJS yang tersebar di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Lebih lanjut Direktur Indonesia EPS Center HRD Korea Selatan Mr Jang Byung-hyun mengucapkan selamat kepada para TKI yang sudah melewati masa-masa sulit, pekerja Indonesia selalu diminati perusahaan manufaktur di Korsel.  Mr. Jang juga menambahkan apabila terjadi masalah segera lapor. HRD Korea juga akan terus memberikan bantuan bila ada permasalahan bagi TKI dengan pengguna.

Turut hadir Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah (PPP) BNP2TKI, R Hariyadi Agah W, Direktur Penyiapan Pembekalan dan Pemberangkatan BNP2TKI Arini Rahyuwati, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Dwi Anto, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri, Cevest, Direktur Jenderal Indonesia EPS Center Jakarta, General Manager RS.Pelabuhan Jakarta, Dr.Syaiful Huda, Direktur Pelabuhan Cirebon, Dr.Danny Husni Nur Hakim, Pimpinan Cabang BRI Cimanggis, Poppy Agustin Saptaning, Pimpinan Bank Hana dan Bank Woori, Pimpinan PT Pathihindo, Hadi Jufri, Pimpinan PT Avianca, Acep Wahyu, Kepala BP3TKI Jakarta, Bandung.*****

You are here: Home OUR SERVICES HOTEL INDUSTRY NEWS Agusdin: Jangan Jadi TKI Kaburan