Font Size

Layout

Menu Style

Cpanel

CONSTRUCTION INDUSTRY

BP3TKI Pontianak Memfasilitasi Penyerahan Cek Asuransi PMI Meninggal Dunia

BNP2TKI, Sambas, Sabtu (20/1/2018)___ Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) didampingi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak menyerahkan Cek Asuransi PMI yang meninggal dunia atas nama Indra (Pria) asal Desa Sempadian Kecamatan Tekarang, Sabtu, (20/01/2018). Bertempat di kantor P4TKI Sambas, acara tersebut dihadiri oleh Anak almarhumah, Saidi, dan paman dan bibinya serta Kepala Desa Sempadian. Sangat disayangkan bahwa ahli waris yang bernama Omaisyaroh tidak dapat hadir dikarenakan sakit.
 

Kasus ini sudah ditangani sejak tahun 2015 lalu, namun pada saat kemenlu datang ke tempat asal PMI tersebut, keluarga yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat. Selain itu juga, banyak dokumen terkait yang harus di telusuri sebelum dana itu bisa dicairkan. Sehingga pada awal tahun 2018 baru bisa ditangani kembali. Sebelumnya P4TKI Sambas telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sempadian terkait kasus ini pada Kamis (18/01) pagi.
 

“Dana yang diberikan tidaklah banyak, namun cukup untuk membantu perekonomian dari anak-anak almarhumah yang masih berusia 12 tahun dan 4 tahun. Dana yang didapat untuk PMI yang meninggal dunia saat bekerja di luar negeri telah diurus dan dipertimbangkan oleh asuransi yang totalnya hanya mencapai Rp. 70 jutaan itu akan dibagi dengan jumlah tanggungan ahli waris seperti istri/suami dan anak jika telah memiliki anak” ujar Fachri Sulaiman.
 

Dalam pertemuan itu juga, pihak dari Kemenlu yang diwakili Fachri Sulaiman,  menyampaikan bahwa dana yang didapat tidak bisa diwakilkan kepada siapapun selain nama yang tercantum dalam perjanjian dan ahli warisnya, yang dalam kasus ini diserahkan kepada kedua anak almarhumah. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.
 

Menurut Kepala BP3TKI Pontianak, "PMI yang akan bekerja di luar negeri harus diketahui asal usulnya, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi PMI yang bekerja di luar negeri, serta dapat membawa hasil yang bagus sehingga ke depannya bisa di investasikan", ujar Ahnas S. ag., M. Si.
 

Dalam pertemuannya, Kepala BP3TKI Pontianak juga menambahkan informasi terkait LTSA-P2TKLN sebagai Layanan Terpadu Satu Atap yang dapat memberikan pelayanan berbagai instansi dalam satu atap, seperti Disdukcapil, Disnaker, Kepolisian, P4TKI, Imigrasi dan BPJS Ketenagakerjaan. Dokumen sangat penting, oleh karena itu ditekankan kepada seluruh masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri untuk dapat mentaati dan melakukan pendataan secara prosedural, sehingga pada saat terjadi masalah bisa segera ditelusuri dan dicarikan solusinya.
 

Setelah penyerahan Asuransi kepada Anak-anak almarhum, Kepala BP3TKI Pontianak dan Kemelu bersama rombongan didampingi Koordinator P4TKI Sambas, Andi Kusuma, melakukan koordinasi penguatan sinergitas dalam proses penempatan dan perlindungan TKI di Luar Negeri khususnya bagi Calon PMI asal Sambas dengan Wakil Bupati Sambas, Hj. Hariah, dan Rektor Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si, M,H., di rumah dinas Wakil Bupati.
 

Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sambas, Hj. Hariah, menyambut baik rencana penguatan sinergitas antara BP3TKI Pontianak dengan Pemda Sambas dikarenakan Sambas merupakan kantong PMI di Kalimantan Barat dan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tujuan PMI.
 

“Dengan adanya penguatan sinergitas ini diharapkan akan semakin banyak calon PMI yang bekerja secara prosedural melalui LTSA-P2TKLN serta jumlah WNI/PMI asal Sambas yang dideportasi dari PLBN Entikong pada tahun ini menjadi jauh berkurang (data tahun 2017 ada 467 PMI asal Sambas yang di deportasi)” ujar Ahnas, S.Ag, M.Si,. (Humas/ P4TKI Sambas)

You are here: Home CONSTRUCTION INDUSTRY NEWS BP3TKI Pontianak Memfasilitasi Penyerahan Cek Asuransi PMI Meninggal Dunia