Font Size

Layout

Menu Style

Cpanel

 

Jeddah, LiputanBMI - Sebanyak 15 perawat Indonesia mendatangi KJRI Jeddah untuk lapor diri sekaligus silaturahmi, Minggu (5/11). Ke-15 perawat tersebut direkrut dan dipekerjakan oleh Al Abeer Hospital.

Kedatangan mereka disambut Acting Konsul Jenderal RI Jeddah, Agus Muktamar didampingi Pelaksana Fungsi Konsuler-3, Ainur Rifqi Madani dan Staf Teknis Tenaga Kerja Mochammad Yusuf.

Dalam pertemuan tersebut, Acting Konjen Jeddah menyampaikan apresiasi kepada ke-15 perawat tersebut dan menjelaskan pentingnya lapor diri ke Perwakilan.

"Sangat diharapkan agar setiap WNI yang berada di luar negeri menjaga kehormatan dan martabat diri dan bangsa Indonesia serta senantiasa mematuhi aturan yang berlaku sehingga terhindar dari berbagai kesulitan. KJRI Jeddah adalah rumah warga negara Indonesia dan KJRI Jeddah hadir sebagai representasi negara untuk melindungi semaksimal mungkin warga negaranya," ujar Acting Konjen Jeddah Agus Muktamar sebagaimana keterangan tertulisnya di Fans Page Facebook KJRI Jeddah, Rabu (8/11).

Acting Konjen juga meminta agar para perawat tersebut dapat menyesuaikan diri dan dapat menjaga nama baik Indonesia. Selain itu kembali mengingatkan hak dan kewajiban yang harus diketahui oleh TKI serta ketentuan peraturan hukum yang berlaku di Arab Saudi agar dipahami dan menjadi pedoman selama bekerja.

"Dengan datangnya pekerja profesional ini dapat mengubah image masyarakat Saudi bahwa Indonesia memiliki banyak pekerja profesional yang kualitas dan sebarannya sudah diakui oleh masyarakat internasional," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mochammad Yusuf selaku Staf Teknis Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa akan menerapkan welcoming program untuk seluruh TKI yang baru datang ke wilayah kerja KJRI Jeddah agar dapat didata dan diberikan penyuluhan tentang ketenagakerjaan sebelum memulai bekerja dan di tempatkan di setiap daerah-daerah di Arab Saudi khususnya di wilayah akreditasi KJRI Jeddah.

Jakarta, BNP2TKI (15/11/2017) – Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian BNP2TKI, Dra. Justi Amaria, M.Si, menyatakan bahwa Transparansi dan prinsip The Right Man on the Right Place menjadi landasan mendasar bagi Penerimaan dan Pelaksanaan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Tinggi Pratama di lingkungan BNP2TKI tahun 2017.

Setelah mengikuti tahapan pendaftaran secara online, pengiriman berkas lamaran, seleksi administrasi, pelaksanaan Assesment dan pembuatan makalah, sebanyak 10 (sepuluh) kandidat lolos untuk mengikuti tahapan Presentasi Makalah dan Wawancara yang dilaksanakan di Swissbell Residences Hotel, Kalibata, Jakarta Selatan (15/11/2017).

Kesepuluh kandidat terdiri dari Agustinus Gatot Hermawan (BP3TKI Serang), Dede Ahmad Rifai (Kemenlu), Didik Trimardjono (Kemenlu), Dyah Rejekiningrum (BNP2TKI), Riza Maulana (BNP2TKI), Maruji Manulang (BNP2TKI), Muhamad Irham (Pemprov. Banten), Revina Purnama Panjaitan (BNP2TKI), Seriulina Br. Tarigan (BNP2TKI), dan Servulus Bobo Riti (BNP2TKI).

Kesepuluh nama kandidat tersebut, nantinya akan dinilai oleh tim Panitia Seleksi, terdiri dari Sekretaris Utama BNP2TKI, Drs. Hermono, MA, Tenaga Ahli Bidang Penempatan TKI, Ir. Agusdin Subiantoro, MMA, Staf Ahli Bidang Kerjasama Internasional, Kemenaker, Ir. Abdul Wahab Bangkona, M.Sc, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Kemenkominfo, Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA, dan Psikolog, Dr. Rahmat Ismail, untuk menduduki jabatan Direktur Sosialisasi Dan Kelembagaan Penempatan dan Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan.

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Justi Amaria menyatakan bahwa Komposisi penilaian pelaksanaan seleksi terbuka pengisian jabatan tinggi pratama ini terdiri dari penilaian Kompetensi manajerial sebesar 25%, Kompetensi Teknis (penulisan dan presentasi) sebesar 20%, wawancara sebesar 35%, serta rekam jejak sebesar 20%.”

“Dari rangkaian seleksi ini nantinya Tim Panitia Seleksi akan menyampaikan seluruh hasil kegiatan dan menetapkan tiga kandidat kepada Pejabat Pembina Kepegawaian BNP2TKI” ujar Justi.

Jakarta, BNP2TKI,Senin (23/10)-  Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro pada senin 23 Oktober 2017 melepas 195 TKI ke Korea Selatan (Korsel) di Gedung KITCC (Korea Indonesia Technical and Cultural Cooperation Center) Jl. Pengantin Ali No: 71 Ciracas Jakarta Timur dengan rincian sebanyak 41 orang bekerja di Fishing (Perikanan) dan 154 bekerja di Manufaktur terdiri dari 183 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Bekerja di Korea Selatan cukup menjanjikan bagi para TKI karena gaji yang cukup besar sehingga peminatnya banyak.

Agusdin menghimbau bagi para CTKI agar selama bekerja di Korea Selatan tidak boleh kabur atau melarikan diri jika mengalami masalah melainkan lapor kepada pihak yang melayani pengaduan seperti KBRI dan juga pihak-pihak lainnya yang tersedia di Korea Selatan. Karena kalau banyak TKI kaburan maka akan berdampak pada pengurangan kuota penempatan TKI di Korsel serta dapat juga menghalangi kesempatan kerja bagi TKI yang lainnya.

Para TKI ini berasal dari Provinsi Lampung, Provinsi NTB dan dari pulau Jawa, kesemuanya sudah dilindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari BPJS Ketenagakerjaan. “Untuk Jaminan Hari Tua (JHT) sedang kita detilkan dan terus kita komunikasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan agar teman-teman TKI mengikuti JHT, supaya memiliki tabungan setelah purna bekerja. Kalau pegawai negeri, seperti jaminan pensiun lah,” kata Agusdin.

Sebagai informasi, BPJS Ketenagakerjaan diamanatkan untuk menjalankan program perlindungan bagi TKI sejak 1 Juli 2017. Sejalan dengan itu pula, setiap TKI wajib mendaftarkan diri untuk mengikuti program-program perlindungan sosial yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan. Hanya saja, sejauh ini baru dua program yang diwajibkan yaiitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Endro Sucahyono menjelaskan pentingnya JHT bagi para TKI. Dengan mengikuti program JHT, maka para TKI akan memiliki jaminan hari tua berupa tabungan. “Kita akan gencarkan sosialisasi JHT bagi para TKI agar ada persiapan setelah masa purna bekerja,” tandasnya.

Hingga saat ini, jelas Endro, tercatat sudah 30.000 TKI yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan di wilayah DKI Jakarta. Setiap harinya, minimal 200 TKI mendaftarkan diri ke kantor-kantor cabang BPJS yang tersebar di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Lebih lanjut Direktur Indonesia EPS Center HRD Korea Selatan Mr Jang Byung-hyun mengucapkan selamat kepada para TKI yang sudah melewati masa-masa sulit, pekerja Indonesia selalu diminati perusahaan manufaktur di Korsel.  Mr. Jang juga menambahkan apabila terjadi masalah segera lapor. HRD Korea juga akan terus memberikan bantuan bila ada permasalahan bagi TKI dengan pengguna.

Turut hadir Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah (PPP) BNP2TKI, R Hariyadi Agah W, Direktur Penyiapan Pembekalan dan Pemberangkatan BNP2TKI Arini Rahyuwati, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Dwi Anto, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri, Cevest, Direktur Jenderal Indonesia EPS Center Jakarta, General Manager RS.Pelabuhan Jakarta, Dr.Syaiful Huda, Direktur Pelabuhan Cirebon, Dr.Danny Husni Nur Hakim, Pimpinan Cabang BRI Cimanggis, Poppy Agustin Saptaning, Pimpinan Bank Hana dan Bank Woori, Pimpinan PT Pathihindo, Hadi Jufri, Pimpinan PT Avianca, Acep Wahyu, Kepala BP3TKI Jakarta, Bandung.*****

Taipei, BNP2TKI (30/10/17) – BNP2TKI turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KDEI Taipei dengan Bank BRI (Persero) Tbk (Sabtu, 28/10/17) guna  meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi TKI di Taiwan melalui Pemanfaatan Jasa Perbankan BRI dan Penyediaan Basis Data TKI di Taiwan oleh KDEI Taipei.
 
Acara dihadiri sekitar 300 WNI/TKI yang datang dari berbagai penjuru di Taiwan dan langsung diikuti dengan launching dan sosialisasi Kartu Pekerja Indonesia (KPI) sebagai salah satu produk Bank BRI yang nantinya dapat digunakan oleh WNI/TKI di Taiwan.
 
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bapak Robert J Bintaryo selaku Kepala KDEI Taipei dengan Direktur Institution Bank BRI, Sis Apik Wijayanto disaksikan oleh Suprajarto, Direktur Utama Bank BRI, Bapak Herry Sudarmanto, Sekretaris Jenderal Kemenaker RI, Srie Agustina, Inspektur Jenderal Kemendag, M. Syist mewakili Sekjen Kemendag, Arini Rahyuwati mewakili Deputi Penempatan BNP2TKI, dan Krishna Syarif, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan. Turut hadiri anggota delegasi dari masing-masing stakeholders terkait serta home staf dan lokal staf KDEI Taipei.
 
Dalam pengenalan awal sekilas program Bank BRI disampaikan, bahwa KPI sangat bermanfat bagi TKI selain berfungsi sebagai kartu debit/ATM sekaligus juga sebagai kartu identitas TKI yang ada di luar negeri. Manfaat lainnya TKI bisa mengakses kebutuhan permodalan, serta produk KPR.
 
BRI melihat bahwa di Taiwan sangat potensial untuk dikembangkan KPI, mengingat jumlah penempatan TKI merupakan terbesar kedua setelah Malaysia, serta potensi devisa yang masuk sangat besar. Selain di Taiwan, Bank BRI ke depan bersama dengan BNP2TKI, kedepannya akan mengembangkan  KPI di negara-negara lain seperti di Korea, Jepang serta di Arab Saudi.
 
Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei menyampaikan bahwa TKI sebagai pahlawan devisa yang jauh dari keluarga tentunya perlu mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah.
 
“Pelayanan kepada TKI bukan hanya pada saat ini perlindungannya, tapi termasuk pada pemberdayaannya sampai ke desa-desa. Diharapkan TKI nanti kembali membangun desa dengan modal yang telah dimiliki melalui skill yang ditingkatkan di Taiwan guna membangun Indonesia yang lebih baik.” ujarnya.
 
“Diharapkan dengan pemanfaatan jaringan Bank BRI yang tersebar sampai di pelosok daerah di Indonesia serta dukungan kecanggihan teknologi TKI bisa menggunakan transaksi online banking, mengirim uang melalui hanpdhone yang digunakan tentunya akan lebih mudah”, tambahnya.
 
Kepala KDEI Taipei juga mengharapkan kerjasama dengan BRI tidak sebatas pengiriman uang saja, ke depan diharapkan ada fasilitasi CSR (Corporate Social Responsibility) bagi TKI guna meningkatkan skill dan kemampuan. KDEI Taipei saat ini terus mendukung pembelajaran dan peningkatan skill TKI bekerja sama dengan mahasiswa Indonesia yang ada di Taiwan, misalnya dengan program pendidikan kesetaraan paket A, B, C dan Universitas Terbuka (UT).  
 
“Kita menyambut baik dengan adanya Nota Kesepahaman ini, semoga bisa terealisasi secepatnya, karena pertanyaan selanjutnya setelah sebulan dua bulan, dimana TKI bisa dan kapan mendaftar untuk kepesertaan KPI tersebut, ini tentunya menjadi PR kita bersama”, ujarnya mengakhiri sambutannya.
 
Pentingnya Exit Program TKI
 
Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kemendag menekankan pentingnya Exit Program bagi TKI agar saat kembali ke Indonesia, TKI sudah dapat melakukan kegiatan usaha. TKI purna dapat mengembangkan produk yang diperlukan di Taiwan, dan berkontribusi dalam mendorong peningkatan ekspor dari Indonesia ke Taiwan.
 
Selain itu tentu perlu pemanfaatan keahlian bahasa Mandarin, yang nantinya di Indonesia dapat membuka pelatihan bahasa mandarin didukung CSR dari Bank BRI.
 
“Peran BRI akan semakin penting untuk kemajuan exit program bagi TKI yang pulang ke Indonesia”, tegasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Bank BRI memperkenalkan konsep, demo serta mockup kartu KPI. Ada tiga keunggulan KPI bagi TKI antara lain yakni sebagai kartu identitas, kartu ATM dan yang ketiga sebagai rekening tabungan yang dapat dimonitor sendiri oleh TKI di luar negeri.
 
Direktur utama Bank BRI dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa acara ini guna mewujudkan memberikan dukungan terhadap pelayanan dan perlindungan TKI di Taiwan.  Menurut data BI, Taiwan merupakan negara ketiga terbesar penerima remitansi di wilayah Asia Pasifik, sampai dengan September 2017. Total transfer uang yang dilakukan oleh TKI juga sangat besar, merupakan sumbangan yang besar bagi devisa Indonesia.
 
“Kita perlu mengapresiasi bahwa TKI adalah pahlawan devisa negara. Namun demikian selama ini layanan rekan-rekan TKI yang ada di Taiwan khususnya sektor perbankan dan keuangan masih terbatas aksesnya. Para TKI membutuhkan sarana untuk pengiriman uang secara cepat dan aman dari tempat kerja di rumah yang terletak di daerah terpencil”, ujarnya.
 
Atas dasar tersebut sebagai salah satu wujud apresiasi terhadap sumbangan para TKI, Bank BRI berinovasi menciptakan KPI Taiwan, sebuah produk dan layanan yang diperuntukan bagi TKI agar dapat melakukan layanan perbankan secara terintegrasi yang sekaligus terhubung dengan jaringan transaksi internasional. Dengan kartu tersebut para TKI bisa melakukan akses di berbagai ATM yang ada loga visa master sehingga tidak perlu lagi ke kantor-kantor perbankan dan tentunya dapat menyimpan uang atau gaji secara aman dan mengirimkan secara teratur setiap bulan dapat melalui e-banking, serta dilengkapi dengan asuransi kesehatan, kecelakaan, kecelakaan kerja, asuransi jiwa jika pekerja meninggal dunia serta layanan perbankan yang lain.
 
“Semoga acara ini mampu memberikan kemudahan bagi TKI ke depan karena tidak hanya sekedar layanan transaksi perbankan tapi ke depan kami juga menyediakan layanan perbankan yang lain bagi TKI, jika TKI membutuhkan loan tentu kita berikan dengan mudah karena dengan adanya KPI Taiwan ini bisa untuk membeli rumah di Indonesia, membeli sawah, membuka usaha, renovasi rumah dan lain sebagainya.
 
Arini Rahyuwati mewakili Deputi Penempatan BNP2TKI dalam paparannya menyampaikan bahwa seiring dengan Undang-Undang baru Pekerja Migran Indonesia, saat ini memang sedang melakukan upaya dalam perbaikan tata kelola penempatan TKI ke luar negeri.
 
Disampaikannya juga termasuk program pemberdayaan terintegrasi yang difasilitasi oleh BRI. Dicontohkannya seorang TKI purna asal Taiwan atas nama Emi sukses memulai usaha lumpia dari usaha kecil-kecilan hingga mempunyai toko bakery. Hal tersebut karena pendampingan dan fasilitasi pembiayaan dari BRI.
 
Terkait dengan launching Kartu Pekerja Indonesia (KPI), pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
 
“Kartu KPI ini adalah teman TKI, teman dalam mengelola keuangan TKI. Kartu ini banyak fungsinya, ini tidak hanya sekedar kartu biasa, tetapi juga ini sebagai salah satu identitas TKI serta sebagai sarana untuk mempermudah transaksi keuangan. Tidak hanya sekedar kartu tapi teman dalam pengelolaan keuangan karena semuanya tercatat dan terpercaya bahwa uang anda aman dan pasti di lembaga yang resmi”, ujarnya dalam memberikan penguatan bagi TKI yang hadir.
 
Sebagai informasi bahwa pada tahun 2015 BNP2TKI dan Bank BRI juga telah menandatangani MoU dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang Pemberian Layanan Keuangan Terpadu bagi TKI dalam mewujudkan Sistem Keuangan Inklusif.
 
Menurut data dari Ministry of Labor Taiwan bahwa saat ini total TKI (update September 2017) yang bekerja di Taiwan sebanyak 256.592 orang, sekitar 40 % dari komposisi TKA di Taiwan. Tentunya ini merupakan potensi yang besar sebagai sumber penghasilan negara (devisa) tentunya. Menurut Data Bank Indonesia, remitansi TKI tahun 2017 (update Juli) sebesar 7,4 Triliun Rupiah. Tak berlebihan memang TKI sering dijuluki “Pahlawan Devisa”.
 
Diharapkan implementasi dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara KDEI Taipei dan BRI tersebut dapat segera terealisir sehingga TKI dapat memanfaatkan berbagai keunggulan produk perbankan termasuk pemanfaatan fitur KPI sebagai alat untuk pembayaran jaminan sosial TKI di Taiwan (Asuransi BPJS Ketenagakerjaan).
 
Saat ini BNP2TKI sedang mengembangkan Sistem Online berupa sistem aplikasi perpanjangan PK dan Jamsos TKI . Sistem ini merupakan satu kesatuan (terintegrasi) dengan statakeholders terkait antara lain BPJS Ketenagakerjaan, dan Perbankan (BNI, BRI, Mandiri).
 
Model pembayaran asuransi TKI (jaminan sosial) saat ini di Indonesia sudah berjalan melalui mode integrasi host to host dari ketiga stakeholder tersebut. Sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pembayaran Asuransi TKI di Taiwan. Nantinya, TKI tidak perlu lagi ke kantor BP3TKI di daerah terkait dengan pendataan ke SISKOTKLN karena pendataan ulang dan pembayaran Asuransi TKI sudah dilakukan di Taiwan. TKI yang pulang cuti memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga di Indonesia serta menyelesaikan urusan lain.
 
Rangkaian acara berlangsung sukses s.d pukul 22.30 waktu Taiwan yang diselingi dengan hiburan yang menghadirkan komikus terkenal dari Indonesia, Mongol, serta diselingi doorprize. Hadirin sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut.*** (Humas/Kdr).

Tangerang, BNP2TKI (14/10/17) - Event Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 di tahun 2017 sudah sampai ke hari keempat pada Sabtu (14/10) ini. BNP2TKI juga  mempromosikan barang-barang produksi dari para TKI purna.

Ditemui di Hall 10, tempat stand produk-produk TKI purna berada, Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) kawasan BSD, Tangerang Selatan, Restu Dewi Utami, Kepala Seksi Fasilitasi TKI Purna, Direktorat Pemberdayaan BNP2TKI menyatakan bahwa tahun 2017 ini adalah kali kedua TKI purna dan keluarganya diberi kesempatan untuk mempromosikan dan memasarkan produk unggulannya.

Sejumlah 9 TKI purna yang difasilitasi oleh 8 BP3TKI/LP3TKI hadir dalam mempromosikan produk-produk mereka di acara yang berlangsung selama 5 hari ini.

TKI purna yang berasal dari berbagai daerah tersebut mempromosikan produk-produk unggulannya masing-masing, diantaranya, Palembang dengan krupuk dan batik Palembangnya, Lampung dan Jawa Tengah sama-sama menawarkan kripik jamur, Banten dengan aneka olahan krupuk dari ikan bandengnya, Jakarta mempromosikan aneka krupuk dan kripik serta aksesoris, Jawa Barat mengenalkan kerajinan akar wangi, nasi liwet instan dan kripik peuyeum, Jogyakarta membawa coklat seduh dan emping rendah purin, Jawa Timur mempromosikan aneka kripik, batik dan kerajinan tangan.

Sudah ada beberapa tawaran untuk mengekspor produk-produk tersebut ke berbagai negara di luar negeri, diantaranya krupuk baso dari Banten yang diminati oleh buyer dari Abu Dhabi, disebutkan bahwa transaksi ini masih dalam negosiasi antara buyer dengan pihak TKI purna yang berasal dari Serang, Banten.

Kerajinan tangan berupa pajangan dinding akar wangi juga diminati oleh buyer asal Singapura. Pihak buyer hanya tinggal mengirimkan design untuk kemudian dibuat oleh pengrajin akar wangi yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Disebutkan bahwa kerajinan tangan ini akan menjadi aksesoris di hotel yang dimiliki oleh buyer Singapura tersebut.

Menurut Restu, total transaksi pengunjung (on the spot) hingga hari ke-4 di stand TKI Purna ini sebesar Rp. 4.000.000,- selain itu, kesepakatan dengan pembeli yang masih dalam proses penyelesaian yaitu mencapai Rp. 28.050.000,- berasal dari buyer dalam negeri.
Dengan kontinuitas order yang disepakati, kurang lebih menghasilkan Rp. 15.000.000,- per bulannya.

Kabag Humas BNP2TKI menyatakan bahwa kehadiran mantan TKI yang telah menjadi pengusaha dengan ragam usaha dan produk dalam TEI ke 32 tahun 2017 ini menunjukan kemajuan yang semakin positif. "Hasil pengamatan di lapangan, stand produk purna TKI yang terletak diantara berbagai stand usaha kerajinan UKMK tersebut, ramai dikunjungi dengan transaksi. Stand tersebut difasilitasi oleh BNP2TKI," demikian Servulus.  (Lin/sbr/Humas)

You are here: Home NEWS